ketika kau menjelma menjadi 'asing'
tak kukenali lagi lafadz yang kau deraskan
entah aku
atau kau
yang tersesat di persimpangan
tak kukenali lagi lafadz yang kau deraskan
entah aku
atau kau
yang tersesat di persimpangan
ujung jalan itu
bercabang, dua kiri kanan
bercabang, dua kiri kanan
kau teteskan lagi cuka
di serpih luka
yang kembali koyak
di serpih luka
yang kembali koyak
tanpa rasa
empati simpati atau jatuh iba
begitu saja
empati simpati atau jatuh iba
begitu saja
lelehannya menganak sungai
sedang malam
sembunyikan seleret jingga
membenamnya
dalam peluk
kegelapan
membenamnya
dalam peluk
kegelapan
seperti kerlip rindu
yang kau genggam
seirama
tarian kunangkunang
yang kau genggam
seirama
tarian kunangkunang
=====%%%%%=====
Tidak ada komentar:
Posting Komentar