Sabtu, 28 Februari 2015

Perempuan Terbuang

pada sebuah tiang sajak
kugantungkan temali
birama-birama tentang asa
yang terserak, berhumbalang

pada sebuah patok bait
kutalikan sulur-sulur aksara
berkiah tentang serunya angan
beterbangan, mengejar keping hati

namun hanya cerita tentang luka
sempat kusembunyikan
di gelapnya bayang-bayang
agar tak ada lagi nostalgi duka
menghuni bilik hati
sepi, sendiri berteman nestapa

di hitamnya dinding hati
aku sembunyi
menguntai serpih-serpih yang terserak

aku perempuan terbuang


=====%%%%%%%=====

Ini Aku, Perempuanmu

usah kau coba
membilang kerut merut
membayang di punggung tangan

usah sisihkan waktu
pandangi foto diri
dulu dan kini
hanya sesal tak pasti
di ujung decak

usah sempatkan masa
geraikan rambut-rambut penyimpan sendu
warnanya tak lagi sama
atau serupa jelaga

langkahku tak setegap serdadu
tapakku tak seteguh batuan karang
sorot mataku pun tak lagi
setajam elang

ini aku, perempuanmu
layu tergerus kisah meski tak indah
serapahmu retakkan jiwa
sumpahmu pecahkan cerana cinta
terlupa bila hati
tak seteguh pualam

ini aku, perempuanmu
ketika kapalmu butuh
tempat bersandar

=====%%%%%%%====

Selasa, 03 Februari 2015

Persimpangan Hati

selalu saja
kutemui persimpangan
tentang langkah langkah
tentang gores silang menyilang
dan tentang carut marut kisah
selalu saja
tersisa dua
sama berat
sama ringan
kebimbangan ditengahnya
selalu saja
ujung jari kiri di sana
jari kanan di sini
tak ada satu bongkah pun
tempat berpijak
mengantarainya

=====%%%%%%====