Rabu, 27 Mei 2015

Karena Rindu Punya Muara

harus bicara apa
musti tuliskan aksara mana
bila segala rasa
hanya punya satu muara

 rindu tlah menjelma serenada
penina bobo lelapkan jiwa

biarkan malam menyongsong dini
berbalut sulur halimun
berbagi kisah usang
tentang biru romansa

rengkuh aku di kedalaman bahtera
penuh canda

biarkan saja
malam menggenggam kabut
tampias hujan menyempurnakannya

masih ada sisa suam
yang mengintip di sebalik bayang-bayang
rindu

meninggalkan senja yang bisu
tanpa sepotong pun pesan pendekmu
dan rindu berkelebat
dari temaram ke gelap malam

dan hujan tiba-tiba
membasahi dedaun rimbun yang kuning
menyongsong kemarau

butuh hati
bahkan melebihi luas samudera
tuk memahami dan mengerti
jiwamu, tersembunyi
dalam raut wajah tenang bak telaga
tanpa ombak, riak

terlambat
kau tawarkan rengkuh
pagi tlah terlanjur hangat
oleh sulur keemasan
matahari

beri aku waktu
tuk hempaskan rindu dendam ini
menjadikannya puing
hingga tak lagi tersisa
tanya tanpa jawab
di relung hati

lalu kemana
kuantarkan gulungan rindu
bila hanya ada angka

tanpa jalan atau alamat

lalu kemana
biduk ini kan menuju
rindu yang menumpuk terlanjur tumpah
ruah di bebatuan

air tak mengalir hingga jauh



=====%%%%%=====