Rabu, 27 Januari 2016

Janji Januari

menapaki jalanan, basah oleh tampias
gerimis mengurai nukilan kisah
embun melayang, kabarkan rindu rindu
bergayut di lembar lembar
lelah tergambar

dua belas hari
kuntum kuntum mawar berselimut kabut
sengaja ceritakan serpih hatimu
yang kau kirim lewat angin

buang saja segala rindu
singkirkan semua bujuk rayu
abaikan bila sendu mendayu
kisah kita tak perlu kata: temu

Januari tlah hempaskan janji kita, keluhmu


=====oooOOOooo=====

Janji atau Ilusi

kugelar lagi kanvass kanvass
yang rapat kusembunyikan di bilik
dekat pelabuhan hati

harusnya
tak kuhalangi bulir bulir embun
yang antarkan bait bait kata
rindu darimu

sayangnya
mentari tak ijinkanku
memilah untai kata yang kau ulur
ini janji atau ilusi

yang kerap kali sambangi hari



=====oooOOOooo=====

Selasa, 05 Januari 2016

Hujan Desember #3

nda,
hujan Desember sembunyi
melengkapi kabar yang tak pasti
keberadaanmu

nda,
masih seminggu lagi
mawar yang kau janjikan akan terhampar
di bangku kayu tempat kita berbagi
noktah tentang kisah bulan
dan atau cerita mentari

nda,
tengoklah kemuning di ujung gang
saat kita torehkan sebait kata selamat tinggal
ia meranggas, sama seperti harapanku

kau tak muncul
meski di dini hari embun menyapa
membalut kelopak mawar yang kau tinggalkan
tegak sendirian
di sudut taman

ternyata hanya aku
yang menggandeng rindu menujumu
kau berlalu mengiring waktu
yang tak pernah memberi jeda
atau menunggu

lalu, saat hendak kuhilangkan memori
dan kisah kisah setebal hasta
rajukmu menahanku

dan aku terdiam, gamang melangkah
menuju lajur kiri atau kanan
tak ada kata pasti




=====%%%%%%%%=====

Hujan Desember #2

Desember masih setia menebar hujan
rinai, gerimis, sesekali lebih deras
aku menjelajah jalan
menyusul senja yang tak lagi jingga

lamat kudengar
sayup
rindu yang menggunung mengirim gaung

sabarlah, sedumu
Desember masih temaniku
nikmati basah di setiap kelokan
dan perempatan yang kutemukan

.....

kusimpan asa
menganyamnya berteman harapan
sepokok mawar yang kau tanam
akan tumbuh segar
bermandi embun
Januari

=====%%%%%%%=====

Hujan Desember #1

hujan Desember ini milikmu
nikmati selagi masih hangat
reguklah, senyampang dingin belum ditebar

hujan Desember ini untukmu
rangkumlah noktah noktah yang berserak
menutup jeda jeda yang beriring diam


tak perlu risau pada hatiku
seutuhnya kan kujaga
agar resah tak sempat meraja
kacaukan kisah kisah terpenjara
dalam kebuntuan

.....

aku akan kembali, bisikmu
dengan setangkai mawar bertabur embun
awal Januari

dengung merdu
sarat harapan, sirnakan rasa
entah dimana kutaruh salah
bisik itu menggunungkan rindu

aah, sudahlah
hujan Desember ini masih milikmu
nikmati dalam lantunan doa
dan derai air mata
penuh sesal, juga berbalut permohonan

akan kutunggu lagi
saat kau ulur setangkai mawar
berselimut embun Januari
tahun depan

=====&&&&&&&=====

Malam Maulid

aku mengamini lafadz lafadz yang dilantunkan malam
mendengungkan kalamNya
tebarkan damai di relung jiwa
dalam simpuh berbasuh keluh
 

kutadahkan tangan tangan rapuh
penuh memohon, sadar 'kan gunungan dosa
dalam isak kupinta ampunan



malam masih saja melantunkan kidung
dan aku terbenam dalam
sajadah usang


=====%%%%%%%=====

Tujuh

tujuh purnama
aah tidak, empat kali tujuh candra
langkahmu seiring tapak tapakku
mengembara menyongsong kabut
yang terbelah matahari


tujuh cerita
aah tidak, mungkin lebih selaksa kisah
yang teruntai dalam takik takik
guratan pena di buku nostalgia

kini
gambarmu tak jua selesai
kuarsir dan kutoreh warna

entah
sosokmu makin samar
berbalut beku halimun
tak tersentuh mentari

lalu hendak seperti apa
elegi ini kita usaikan
mahligai bermahkota kembang
atau nisan makam bertabur setaman



purnama tlah kembali menjelang





=====%%%%%%%=====