Selasa, 05 Januari 2016

Tujuh

tujuh purnama
aah tidak, empat kali tujuh candra
langkahmu seiring tapak tapakku
mengembara menyongsong kabut
yang terbelah matahari


tujuh cerita
aah tidak, mungkin lebih selaksa kisah
yang teruntai dalam takik takik
guratan pena di buku nostalgia

kini
gambarmu tak jua selesai
kuarsir dan kutoreh warna

entah
sosokmu makin samar
berbalut beku halimun
tak tersentuh mentari

lalu hendak seperti apa
elegi ini kita usaikan
mahligai bermahkota kembang
atau nisan makam bertabur setaman



purnama tlah kembali menjelang





=====%%%%%%%=====

Tidak ada komentar:

Posting Komentar