aaahh Nopember
saat payung payung terkembang
warna warni menahan tampias
pernahkah kau sengaja jenguk
wajah wajah yang berlindung
di baliknya
muram
tanpa cahya
ada juga mengulum senyum
lengan terulur memeluk beku
namun langkahmu tetap saja
menjauh
membilang jarak dan jeda
setia mengantarai
jemari kita
tuk saling bertaut
tak ada lagi masa
saling berbagi romansa
hingga entah
tangismu setia temaniku
menghitung rintik yang luruh
membasah di jalanan
tempat kita menebar serpihan
kenangan
=====%%%%%%%=====
Tidak ada komentar:
Posting Komentar